Selasa, 18 November 2014

BOLEH SALAH TAPI TIDAK UNTUK BOHONG





SIKAP JUJUR merupakan sikap yang paling dibutuhkan dalam setiap aktivitas, termasuk membuat karya tulis ilmiah. Bahkan jika kita harus memilih antara salah dan bohong, mengalami kesalahan lebih dapat ditoleransi daripada melakukan kebohongan. Setidaknya ada empat syarat yang kemudian disingkat oleh para ahli menjadi ‘APIK’, Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten. Dalam konteks PTK, keempat syarat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut,  
Asli
Bahwa keaslian PTK yang dilakukan hendaknya didasari oleh ketulusan seorang guru sebagai peneliti yang menjunjung tinggi kebenaran. Keinginan untuk mengatasi masalah yang memang nyata terjadi di kelas. Masalah yang memang muncul dari rasa risau guru atas kesenjangan yang terjadi di kelas dan harus segera diatasi. Jika tidak akan memberi dampak yang kurang baik bagi pembelajaran selanjutnya. Keaslian akan terlihat dari kesiapan guru memberikan gambaran performance kelas secara faktual. Segala kekurangan berikut kelebihannya ditampilkan apa adanya, sehingga memudahkan dilakukan tindakan.
          Selain berangkat dari masalah yang muncul di kelas sendiri keaslian PTK juga dapat tergambar pada rasa percaya diri dalam melaksanakan rangkaian tindakan. Indikator keaslian PTK akan terjawab dari dati tiga pertanyaan, Pertama,  Apakah masalah PTK benar-benar muncul dari kelasnya sendiri?; Kedua, Apakah tindakan dilakukan sendiri bersama sejawat?; Ketiga, Apakah laporan PTK disusun sesuai fakta baik yang bersifat informasi maupun yang berupa data? Ketiga pertanyaan tersebut dapat mempengaruhi rasa percaya diri dan harga diri seorang guru dihadapan publik.
Perlu
          Perlu tidaknya sebuah PTK dapat dilihat dari masalah yang dihadapi kelas, bukan semata disebabkan oleh kebutuhan guru untuk naik pangkat atau dalam rangka menyelesaikan tugas kuliah. Sehingga masalah muncul karena dicari-cari bukan yang terjadi di kelas sendiri. Bukan masalah penting yang berdampak pada kinerja dan keberhasilan kelas. Bukan masalah yang harus segera dicarikan solusinya.
Ilmiah
          Sebagaimana kita bahas sebelumnya bahwa derajat kepercayaan terhadap suatu penelitian menurut para ahli terlihat dari validitas dan kredibilitas pelaksanaan penelitian. Menurut mereka PTK yang tergolong bertradisi kualitatif dengan sifatnya yang deskriptif dan naratif memiliki cara-cara tersendiri dalam melakukan validasi dan reliabilitas. Validasi menunjuk pada derajat kesahihan terhadap proses dan hasil PTK, sedangkan reliabilitas mengarah pada sejauhmana metode yang sama menjanjikan hasil yang sama dengan kajian sebelumnya. Namun Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena PTK tidak seketat jenis penelitian lain. Pasalnya PTK memiliki karakteristik kontektual dan situasional.
          Namun bukan berarti PTK boleh dilakukan sekehendak hati. Selonggar apa pun PTK tetap sebuah penelitian. Sebagaimana sebuah penelitian, PTK yang baik dan dapat dipercaya akan terlihat dari bagaimana PTK itu dilakukan. Apakah dilakukan dengan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, memalui metode ilmiah yang sesuai dengan standar ilmiah. Atau dilakukan sebaliknya melanggar kaidah-kaidah ilmiah melalui cara alamiah dengan standar alamiah. PTK baru dikatakan akurat dan dapat dipercaya jika menggunakan standar tertentu. Bagaimana data dikumpulkan, dianalisis, dilakukan secara ilmiah, asumsi-asumsi yang dibangun, kajian-kajian yang diakui, sesuai dengan etika penelitian. Jujur, objektif, dan memperhatikan cara yang benar dalam mengutip.          Sebagaimana dikemukakan IGAK Wardhani (2011:6.24) ketika menjelaskan berbagai ketentuan dalam penulisan laporan PTK bahwa, harus memperhatikan tiga ketentuan, yaitu (1) Etika penulisan, (2) penggunaan bahasa tulis, dan (3) ketentuan teknis.
#Etika Penulisan Laporan Penelitian
          Dalam etika penulisan karya ilmiah/laporan penelitian ada beberapa butir atau komponen yang perlu diperhatikan, yang semuanya berkaitan dengan hak, kewajiban, dan tanggung jawab serta merupakan aturan yang harus diikuti oleh para penulis karya ilmiah/laporan penelitian. Jumlah komponen atau butir-butir tersebut bervariasi sesuai dengan perkembangan yang terjadi dalam dunia penulisan dan perlindungan hak cipta. Diantara komponen etika penulisan karya ilmiah, ada tiga komponen yang sangat perlu diketahui oleh para penulis karya ilmiah, yang tentu saja berlaku juga bagi penulis laporan penelitian. Ketiga butir tersebut adalah kejujuran, objektivitas, dan pengutipan.
#Penggunaan Bahasa Tulis
          Bahasa merupakan sarana komunikasi yang memungkinkan orang berbagi ilmu, pengetahuan, termasuk hasil-hasil penelitian. Anda tentu setuju bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan membantu pembaca memahami isi laporan. Oleh karena itu, dalam menulis laporan penelitiah kaidah-kaidah bahasa tulis harus diperhatikan dan diterapkan secara cermat. Berikut ini dapat anda kaji empat kaidah bahasa yang sangat menentukan kualitas laporan Anda, yaitu: (1) pilihan kata, (2) struktur kalimat, (3) pengembangan paragraf, dan (4) ejaan.
#Ketentuan Teknis
          Di samping mengikuti kedua ketentuan di atas, dalam menulis laporan, Anda juga harus mengikuti ketentuan teknis, yang akan membuat laporan tersebut menjadi semakin cantik dan menarik untuk dibaca, serta mudah dipahami. Ketentuan teknis terrsebut tentu banyak sekali, namun dalam hal ini kita hanya akan membahas tiga hal, yaitu: penomoran, cara mengutip, serta huruf, margin, dan spasi.
Konsisten
          Akan halnya konsistensi sebagai syarat keempat dalam sebuah penelitian berhubungan dengan ketetapan hati peneliti terhadap masalah tindakan, cara melakukan dan melaporkan tindakan. Tidak berubah-ubah tetap ajek dan taat azas. Memperhatikan ketentuan teknis seperti sistematika penulisan laporan PTK, teknik penulisan laporan PTK, dan format pengetikan.
          Sistematika penulisan laporan, membutuhkan pemahaman kita terhadap PTK sebagai karya tulis ilmiah (KTI) yang kita susun. Tentang data, fakta objektif yang didasarkan hasil penelitian maupun telaah pustaka. Tentang tebal KTI yang menggunakan bahasa Indonesia dan yang menggunakan bahasa asing. Uraian KTI yang bersifat interpretatif dengan pembahasan yang menggunakan suatu pendekatan komparatif atau aplikatif. Kemudian mengerti secara garis besar PTK yang akan dibuat berikut unsur-unsur atau bagian-bagian pada PTK.
Teknik penulisan laporan, membutuhkan keterampilan yang memadai mengenai bahasa, ejaan, kutipan, sumber kutipan, tabel, dan pedoman transliterasi.
Format pengetikan, membutuhkan pengetahuan dan keterampilan kita tentang paragraf, sistempenomoran teks, kerta dan ketentuan ukuran, jenis huruf dan penomoran. M3BG]

1 komentar:

  1. New casino slot machines now in Michigan - MJHub
    Michigan gambling operators will also see 영천 출장마사지 mobile devices available in the near future, including some 제천 출장안마 "New 안산 출장마사지 slots 안성 출장샵 machines can be 양산 출장마사지 found online with the casino and mobile app

    BalasHapus