Selasa, 18 November 2014

MENYUSUN Proposal PTK



MENYUSUN Proposal PTK merupakan bagian kegiatan dari perencanaan penelitian.  Proposal penelitian adalah suatu usulan penelitian yang perannya sangat penting dalam suatu penelitian karena, Pertama proposal penelitian merupakan panduan atau pedoman bagi peneliti dalam melaksanakan tahapan-tahapan penelitian; Kedua permohonan dana dan izin penelitian selalu mempersyaratkan adanya proposal penelitian.
          Proposal PTK terdiri dari: Pertama judul PTK; Kedua, bab satu, yaitu pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, perumusan masalah, cara memecahkan masalah, hipotesis tindakan, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian; Ketiga bab dua, yaitu kajian teori/pustaka yang menjelaskan variabel-variabel penelitian dan mendasari usulan rancangan penelitian; Keempat,  bab tiga, yaitu metodologi penelitian yang berisi setting penelitian, persiapan PTK, subjek pcnelitian, sumber data, teknik dan alat pengumpul data, indikator kinerja, teknik analisis data, prosedur penelitian jadwal kerja, personalia peneliti, rencana pembiayaan; Kelima, tambahan yang berisi daftar pustaka dan biodata peneliti. Sistematika proposal penelitian tindakan kelas memang banyak modelnya, tetapi secara prinsip relatif sama. Oleh karena itu, jika proposal PTK ditunjukkan kepada lembaga atau instansi tertentu yang mensyaratkan sistematika proposal PTK, sebaiknya peneliti mengikuti apa yang diminta tersebut.
          Judul sebaiknya dirumuskan dengan singkat dan spesifik, serta mencerminkan permasalahan pokok yang akan dipecahkan dalam PTK. Judul dipaparkan secara deklaratif, jelas, padat dan tidak memberi kemungkinan penafsiran yang beragam. Usahakan jumlah kata judul tidak lebih dari dua puluh kata. Judul haruslah mencerminkan sebuah aktivitas, mudah dipahami dan kita dapat menebak isi penelitian tersebut.
          Hal pokok yang harus tertulis dalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dalam PTK yang merupakan variabel Y (misalnya: peningkatan hasil belajar siswa) dan bentuk tindakan (treatment) yang akan dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah yang merupakan variabel X (penerapan model pembelajaran kooperatif). Judul PTK juga harus memuat keterangan tentang tempat penelitian, waktu penelitian, kelas yang dijadikan penelitian dan mata pelajaran apa yang dijadikan PTK.

Tabel Contoh Judul-judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
No
Judul
1
Upaya mengatasi kesenjangan kelas II melalui kebebasan gaya belajar pada SDN Banjang 2 Inklusi Amuntai
2
Meningkatkan kemampuan komunikasi transaksional anak berkebutuhan khusus pada kelas II SDN Banjang 2 Inklusi Amuntai
3
Meningkatkan Sikap Positif Siswa kelas V Melalui Metode Bermain Peran di SDN Banjang 2 Amuntai
4
Meningkatkan Prestasi Belajar MelaluiTutor Sebaya pada Siswa Kelas IV SDN Banjang 2 Amuntai
5
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 8 dalam Mata Pelajaran Matematika Melalui Pembelajaran dengan Model Matematika Realistik SMP Terbuka Babirik
6
Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas III Pulau Tambak Amuntai Dalam Mempraktekkan Gerakan Shalat Melalui Metode Drill
7
Meningkatkan Kemampuan Tata Cara Wudhu Siswa Kelas II SDN Pugaan Tabalong Melalui Pemodelan


Sistematika Proposal PTK atau Skripsi biasanya diatur oleh setiap lembaga yang bersangkutan. Namun pada umumnya Sistematika Proposal PTK atau Skripsi dapat digambarkan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan, meliputi :
1. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul.
          Latar belakang merupakan esai argumentatif yang memuat fenomena yang akan di amati. Fenomena yang akan diteliti tersebut merupakan hasil pengamatan kelas selama ini. Beberapa aspek yang harus dikemukakan adalah deskripsi teoritis secara singkat sebagai gagasan ideal. Termasuk peraturan perundangan serta pengalaman emperik guru di kelas. Perlu juga disampaikan tentang pentingnya masalah yang akan di atasi. Pada bagian selanjutnya dikemukakan pula kondisi yang diharapkan sebagai indikator keberhasilan (das sollen) dan fakta yang ada atau kenyataan yang sebenarnya(das sein). Sebagai gambaran bahwa telah terjadi kesenjangan yang harus segera di atasi melalui  tindakan tertentu. Jika tidak diatasi maka akan berdampak yang kurang baik bagi peningkatan kualitas pembelajaran, sehingga perlu dicarikan solusinya.
          Selanjutnya pada paragraf berikutnya berikan juga penegasan terhadap judul. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan tentang pengertian yang terkandung dalam judul penelitian. Pada bagian penegasan judul ini dikemukakan konsep-konsep dasar secara substantif. Buatlah definisi yang mengandung sejumlah indikator atau karakteristik operasional, agar tidak menimbulkan penafsiran ganda.
          Sementara Kunandar (2008:114) memberikan penjelaskan bahwa dalam latar belakang masalah peneliti menjelaskan beberapa hal, yaitu:
1)   Mengapa masalah yang diteliti itu penting;
2)   Kondisi yang diharapkan (das sollen) dan kondisi yang ada (das sein) sehingga jelas adanya kesenjangan yang merupakan masalah yang menuntut untuk dicari pemecahannya yang tepat melalui PTK;
3)   Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di dalam PBM disertai data faktualnya dan diagnosisnya;
4)   Menyinggung teori yang melandasi diajukannya gagasan untuk memecahkan masalah;
5)   Apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti;
6)   Gejala-gejala kesenjangan apa yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan;
7)   Kerugian-kerugian dan keuntungan-keuntungan apa yang akan terjadi kalau masalah tersebut tidak diteliti;
8)   Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu, biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut;
9)   Dijelaskan pula tindakan yang akan dikenakan pada subjek pelaku tindakan. Dalam penyebutkan tindakan, peneliti perlu menjelaskan apa sebab tindakan itu paling tepat diberikan kepada subjek pelaku, dengan alasan yang berkaitan dengan permasalahan yang dicari solusinya. Pada bagian ini sebaiknya tidak menyampaikan uraian yang tidak terkait langsung dengan objek yang diteliti sehingga terkesan bertele-tele;
10)  Dalam pemaparan latar belakang masalah pada umumnya memakai pendekatan deduksi, yakni dari hal-hal yang sifatnya umum ke hal-hal yang sifatnya khusus (kerucut terbalik).

2. Identifikasi Masalah
          Identifikasi masalah menurut Kunandar (2008:115) adalah kegiatan mendeteksi, melacak, menjelaskan aspek permasalahan yang muncul dan berkaitan dari judul penelitian atau dengan masalah atau variabel yang akan diteliti. Hasil identifikasi dapat diangkat beberapa permasalahan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Contoh identifikasi masalah dari judul PTK "Upaya Peningkatan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas V SDN Kali Baru Jakarta Utara."
          Dari latar belakang masalah, lanjut Kunandar  dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut. (a). Pembelajaran pengetahuan sosial di kelas masih berjalan monoton; (b). Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat; (c). Belum ada kolaborasi antara guru dan siswa; (d). Metode yang digunakan bersifat konvensional; (e).Rendahnya kualitas pembelajaran pengetahuan sosial; (f). Rendahnya prestasi siswa untuk mata pelajaran Pengetahuan Sosial.

3. Perumusan Masalah
          Rumusan masalah diharapkan dapat memberikan informasi tentang masalah mendasar yang akan dibahas. Rumusan masalah dituangkan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang mengandung masalah. Beberapa pertanyaan tersebut akan terjawab setelah tindakan selesai dilakukan. Perumusan masalah dirumuskan dengan kalimat pertanyaan yang mengajukan alternatif tindakan akan dilakukan. Perumusan masalah merupakan dasar bagi perumusan hipotesis. Perumusan masalah juga dapat menghasilkan topik penelitian atau judul dari penelitian. Perumusan masalah baik sebagai informasi, dasar perumusan hipotesis, penghasil topik dan judul maka hendaknya menggunakan kalimat yang jelas, singkat, padat, dan tidak mengundang penafsiran ganda. Kemudian hindari juga rumusan masalah yang bias, terlalu luas, terlalu umum atau sebaliknya terlalu sempit dan bersifat lokal. Perumusan masalah hendaknya berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.
4. Alasan Pemilihan Judul
          Judul PTK haruslah singkat dan jelas serta mampu menggambarkan masalah yang diteliti, tindakan perbaikan yang dilakukan, hasil yang diharapkan berikut tempat tindakan dilakukan. Sedangkan alasan pemilihan judul bersifat argumentatif. Bagian yang menjelaskan sebab-sebab judul yang bersangkutan dipilih.
5. Tujuan penelitian.
          Tujuan penelitian menegaskan apa yang akan dicapai oleh penelitian. Apa yang diperoleh dari hasil tindakan. Tujuan penelitian hendaknya memuat indikator keberhasilan dari tindakan yang dilakukan. Indikator keberhasilan terkait dengan upaya yang dilakukan guru pada proses pembelajaran, keberhasilan tindakan. Keberhasilan tindakan dalam melibatkan peserta didik dalam pembelajaran. Apakah pembelajaran memberi makna kepada peserta didik. Keberhasilan tindakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar bagi peserta didik. Tujuan penelitian juga diharapkan seirama  dengan perumusan masalah. Tujuan penelitian sekaligus merupakan jawaban dari permasalahan yang diajukan.
6. Signifikansi Penelitian
          Pada bagian signifikansi penelitian ini dipaparkan secara spesifik kegunaan yang hendak dicapai, setidaknya dalam dua aspek yaitu: aspek teoritis dan aspek praktis. Aspek teoritis atau aspek keilmuan yang menyebutkan kegunaan apa yang telah dicapai dari masalah yang diteliti. Sedangkan aspek praktis yang mengemukakan keguna-laksanaan apa yang dapat dicapai dari penerapan pengetahuan yang dihasilkan dari suatu penelitian.
7. Anggapan Dasar dan Hipotesis
          Anggapan dasar suatu penelitian adalah sesuatu yang dijadikan pijakan atau titik tolak dalam melakukan penelitian.  Anggapan dasar tidak dipersoalkan lagi kebenarannya, karena ia sudah diterima oleh umum, karena bersifat ideal.
          Sedangkan hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris. Hipotesis juga merupakan rangkuman atau kesimpulan teoritis yang diperroleh dari hasil telaah kepustakaan. Hipotesis merupakan jawaban terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mendekati atau paling tinggi tingkat kebenarannya.      
8. Sistematika Penelitian
          Pada bagian sistematika penelitian ini diuraikan secara sistematis, logis dan terarah tentang bagian-bagian dan sub-sub bagian atau komponen-komponen materi. Substansi bahasan yang disusun secara naratif dalam suatu bahasan yang terdiri atas kalimat-kalimat secara mengalir, bukan disusun sebagaimana membuat outline karangan. Sistematikan Proposal PTK dapat digambarkan sebagai berikut:
A.  Judul Penelitian
B.   Bidang Kajian
C.   Pendahuluan
D.  Perumusan dan Pemecahan Masalah
E.   Tujuan Penelitian
F.    Manfaat Hasil Penelitian
G.  Kajian Pustaka
H.  Rencana dan Prosedur Penelitian
I.      Jadwal Penelitian
J.      Biaya Penelitian
K.  Biaya Penelitian
L.    Personalia Penelitian
M.Daftar Pustaka
N.  LAMPIRAN-LAMPIRAN:
1.    Intrumen Penelitian
2.    Curiculum Vitae semua peneliti
3.    Surat Keterangan Ketua Lemlit
4.    Surat Keterangan Dekan

Bab II Kajian Pustaka
1)   Landasan Teori
          Secara umum teori dapat kita pahami sebagai suatu pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal-hal yang memiliki karakteristik sebagai kaidah-kaidah umum (universal preposition), memadukan (unifying) dan meramalkan (predictive statement). Pernyataan (statement) dimaksud dapat berupa fakta-fakta, definisi, preposisi, hipotesis, generalisasi, dalil-dalil, postolat, teori dan hukum.[1]
          Teori-teori relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis) serta penyusunan instrumen penelitian. Kajian teoritis menerangkan, menguraikan dan merangkaikan berbagai elemen teori untuk diformulasikan sehingga membentuk pemikiran teoritis sebagai “agreement reality” yang utuh, logis, kritis dan sistematis. Kajian teori sangat penting untuk membangun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Kajian teori dapat berupa kutipan teori, berbagai definisi dari variabel, dan temuan penelitian sebelumnya. Uraikan dengan jelas kajian teori yang menumbuhkan gagasan dan mendasari usulan rancangan PTK. Kemukakan juga teori, temuan, dan penelitian lain yang relevan dan mendukung pilihan tindakan (treatment) untuk memecahkan permasalahan PTK tersebut.[2]
          Pemikiran teoritis dimaksudkan sebagai suatu jawaban analisis (teoritis) dari permasalahan penelitian. Sehingga permasalahan penelitian tersebut dapat dijelaskna maknanya dalam sudut pandang ilmu pengetahuan. Sehingga variabel masalah penelitian dapat dikaji secara rasional dan ilmiah yang didasari landasan teoritis tertentu.
          Kajian teori ini menurut Kunandar (2009:119), berguna untuk hal-hal penting, di antaranya: (a). menjawab permasalahan PTK secara teoretis; (b). menemukan variabel penyebab masalah PTK; (c). mengoperasionalkan variabel penelitian; (d). menyusun jawaban sementara dari masalah (hipotesis); (e) menemukan metode yang paling tepat untuk menjawab permasalahan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kajian teori tersebut adalah sebagai berikut. a. Relevansi buku dengan judul penelitian. Buku-buku yang dibaca hendaknya mendukung untuk pemecahan masalah. Relevan tidak selalu berarti mempunyai judul yang sama dengan judul penelitian. Relevan di sini adalah buku-buku tersebut mengandung isi yang dapat menunjang teori-reori yang akan ditelaah atau dibangun. b. Kekinian (up to date) buku hendaknya dicari yang rerbaru, kecuali untuk penelitian sejarah. c. Buku atau hasil penelitian itu dapat memberi arahan pada mengidentifikasi variabel penelitian dan operasionalisasinya. Oleh karena itu, lacakan hasil penelitian sebelumnya sangat disarankan untuk dibaca dan jadi rujukan.
5. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
          Kualitas data turut ditentukan oleh kualitas teknik dan alat pengumpul data. Jika teknik dan alat pengumpul data cukup reliabel dan valid maka demikian pula adanya dengan data yang terkumpul. Prinsip pengumpulan data dalam PTK tidak jauh berbeda dengan penelitian formal. Dalam PTK umumnya dikumpulkan dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data tersebut digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi, baik perubahan kinerja peserta didik, kinerja guru, dan perubahan kelas.  
          Data kuantitatif merupakan data yang dapat terungkap melalui angka hasil perubahan kinerja peserta didik, kinerja guru, dan perubahan kelas. Sedangkan data kualitatif merupakan data yang diperoleh, diungkap dan dilaporkan dalam bentuk makna. Biasanya disampaikan secara deskriptif, bagaimana peserta didik terlibat secara penuh dalam suasana kelas yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Bagaimana antusiasme, ekspresi, motivasi dan perasaan berhasil peserta didik.
          Teknik pengumpulan data dalam PTK tersebut dapat berupa tes, observasi, wawancara, diskusi. Observasi dapat digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran dan implementasi tindakan yang direncanakan. Wawancara dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan tindakan yang dilakukan. Begitu pula dengan angket, kuesioner.
6. Indikator Keberhasilan atau Indikator Kinerja
            Indikator Keberhasilan atau indikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki mutu PBM di kelas. Indikator kinerja harus realistik dan dapat diukur (jelas cara mengukurnya).
7. Analisis Data
          Data yang terkumpul kemudian diolah, diseleksi atas dasar  reliabilitas dan validitas. Data yang rendah reliabiitas dan validitas dan data yang kurang lengkap hendaknya dibedakan data yang telah lulus dalam seleksi. Data yang berupa angka dapat dimasukkan dan diatur dalam tabel, matrik, dan semacamnya. Analisis data adalah tahapan setelah pengumpulan data dilakukan. Dalam penelitian tindakan kelas, analisis dilakukan peneliti sejak awal, pada setiap aspek dan tahapan kegiatan penelitian. Pada waktu dilakukan pencatatan lapangan melalui observasi atau pengamatan tentang kegiatan pembelajaran di kelas. Peneliti dapat langsung menganalisis apa yang diamatinya, situasi dan suasana kelas, bagaimana guru mengajar, pola interaksi dan komunikasi guru dengan peserta didik, antara peserta didik dengan peserta didik lainnya.
          Analisis data dalam penelitian kualitatif merupakan proses menyusun, mengkategorikan data, mencari pola atau tema maksud untuk memahami maknanya. Dalam proses pemaknaan kita dapat menggunakan teori-teori yang telah dipahami. Sedang analisis data dalam tindakan menunjukkan apakah tindakan yang dilakukan terjadi perbaikan, peningkatan, dan atau perubahan sebagaimana harapan yang telah tertuang pada indikator keberhasilan atau indikator kinerja. Hal ini dikemukan pada tujuan penelitian.
8. Prosedur Penelitian
          Pada bagian ini dicantumkan konsep, teori, atau penelitian yang relevan dengan permasalahan dan tindakan yang dirancang. Bagian ini juga memuat subjek penelitian, waktu, tempat, dan lama tindakan. Prosedur atau langkah-langkah PTK yang akan dilaksanakan, yang terdiri dari Pertama perencanaan, Kedua pelaksanaan tindakan, Ketiga observasi, evaluasi-refleksi, yang semuanya bersifat siklus, berulang sesuai dengan jumlah daur atau siklus yang direncanakan. Dalam prosedur peran tim peneliti dalam setiap tahap penelitian dapat terlihat.
9. Personalia Penelitian
          Bagian memuat identitas tim peneliti serta perannya dalam penelitian. Nama lengkap gelar, NIP, Tempat Tanggal Lahir, Pangkat dan Jabatan, Tempat Tugas, dan Pengalaman Meneliti.
10.Rencana Pembiayaan
          Bagian ini mencantumkan secara rinci biaya yang dibutuhkan dalam penelitian. Rincian biaya haruslah sesuai dan masuk akal dengan ketentuan yang ditentukan oleh lembaga pembiayaan sebagai sponsor. Rencana pembiayaan dapat disajikan dalam bentuk tabel, agar mudah dipahami oleh pihak yang membiayai. Penyusunan rencana pembiayaan harus transparan dan penggunaan dan pengeluaran biaya penelitian agar berhati-hati. Rencana pembiayaan ini bisa dicantumkan apabila kegiatan ada yang membiayai oleh pihak lain atau sponsor.
11.Rencana Kerja
          Rencana kerja adalah urutan kerja mulai dari awal kegiatan sampai penyusunan laporan PTK. Urutan kegiatan tersebut mencakup jenis kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan kapan akan dilaksanakan. Oleh karena itu, dalam rencana kerja sudah terperinci jadwal waktu. Rencana kerja ini akan mengarahkan peneliti agar penelitian yang dilakukannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
12.Daftar Pustaka
          Daftar pustaka memuat sumber telaah atau rujukan yang dijadikan dasar landasan ideal atau landasan teori. Teori-teori, konsep-konsep, generalisasi-generalisasi yang dapat dijadikan landasan teoritis. Daftar pustaka disusun menurut aturan tertentu. Di tulis berdasarkan abjad nama pengarang atau penulis. Dalam penyusunan daftar pustaka tersebut dapat digunakan model MILA (Modern Language Association), model APA (American Psychological Association), atau model lain yang biasa digunakan oleh masyarakat akademik. Gunakan referensi terbaru dan referensi yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanyalah referensi yang digunakan untuk PTK.
          Daftar pustaka yang disusun secara rinci dan sistematis mengenai semua jenis sumber bacaan, yaitu buku, jurnal, surat kabar, buliten, majalah, ensiklopedi, laporan hasil penelitian yang relevan, terbitan berkala, dan semacamnya.
          Terkait dengan daftar pustaka masih ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, seperti jumlah sumber bacaan, penulisan daftar, unsur-unsur yang perlu dimasukkan dalam penyusunan daftar pustaka serta cara penyusunannya.
13.Lampiran
          Lampiran dibuat sesuai dengan permintaan sponsor. Pada umumnya melampirkan instrumen penelitian, curiculum vitae atau riwayat hidup dan pekerjaan tim peneliti, surat-surat keterangan yang diperlukan seperti surat ketua lembaga penelitian, surat keterangan ketua sekolah tinggi atau dekan universitas. Serta surat-surat lain yang diperlukan.
1)   Penelitian yang Relevan
Memuat dan mendeskripsikan hasil-hasil penelitian yang dilakukan peneliti lain yang masalah penelitian atau pemecahannya sama dengan yang kita lakukan.
Bab III. Metode Penelitian
          Pada bagian bab ini memberikan uraian tentang metode penelitian yang digunakan secara rinci. Hal-hal yang perlu diuraikan secara rinci adalah,
1)   Subyek dan Objek Penelitian;
2)   Waktu dan Tempat Penelitian;
3)   Prosedur Penelitian; (memuat siklus tindakan)
4)   Personalia Penelitian;
5)   Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian;
6)   Teknik Analisis Data
7)   Validitas Data (jika ada)
8)   Jadwal Penelitian
Bab IV. Laporan Penelitian
          Laporan penelitian umumnya memuat beberapa hal seperti,
1)   Gambaran Umum Lokasi Penelitian;
Gambaran umum lokasi penelitian dipaparkan cukup secara singkat tetapi dapat menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan lokasi penelitian, dapat berupa hal-hal, gambar dan semacamnya.
2)   Penyajian Data;
Penyajian data yang lazim diuraikan adalah data hasil tindakan berdasarkan siklus yang dilakukan. Data kuantitatif disajikan melalui tabel atau diagram dan data kualitatif disajikan berupa uraian atau deskripsi yang merupakan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.
3)   Analisis Data.
Analisis data dalam penelitian tindakan menunjukkan apakah tindakan yang dilakukan terjadi perbaikan, peningkatan dan/atau perubahan yang diharapkan atau ditentukan oleh indikator kinerja/keberhasilan. Indikator kinerja atau indikator keberhasilan telah tergambar pada tujuan penelitian.
Bab V. Penutup
1)   Kesimpulan
          Kesimpulan merupakan jawaban terhadap rumusan yang telah dinyatakan dalam bab pendahuluan. Kesimpulan bukanlah ringkasan dari uraian sebelumnya. Kesimpulan memuat hasil pemecahan terhadap apa yang dipermasalahkan dalam skripsi.
2)   Saran-saran
          Saran yang diajukan hendaknya berkenaan dengan temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran hendaknya hanya dalam batas-batas lingkup dan implikasi penelitian. Saran dapat diajukan kepada lembaga pemerintah atau swasta yang relevan dan terkait langsung dengan pemecahan masalah yang ditemukan dalam penelitian. [M3BG]


[1] Pedoman Penulisan Skripsi, Sekolah Tinggi Agama Islam Rakha Amuntai. Ed.Revisi, 2013
[2] Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, Ed.1-4. Jakarta: Rajawali Pers, 2009. hlm.119

Tidak ada komentar:

Posting Komentar