MENYUSUN
Proposal PTK merupakan bagian kegiatan dari perencanaan penelitian. Proposal penelitian adalah suatu usulan penelitian
yang perannya sangat penting dalam suatu penelitian karena, Pertama
proposal
penelitian merupakan panduan atau pedoman bagi peneliti dalam melaksanakan
tahapan-tahapan penelitian; Kedua permohonan
dana dan izin penelitian selalu mempersyaratkan adanya proposal penelitian.
Proposal PTK terdiri dari: Pertama judul PTK; Kedua, bab satu, yaitu pendahuluan yang
berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, perumusan masalah,
cara memecahkan masalah, hipotesis tindakan, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian;
Ketiga bab dua, yaitu
kajian teori/pustaka yang menjelaskan variabel-variabel penelitian dan
mendasari usulan rancangan penelitian; Keempat,
bab tiga, yaitu metodologi penelitian yang
berisi setting penelitian, persiapan PTK, subjek pcnelitian, sumber data,
teknik dan alat pengumpul data, indikator kinerja, teknik analisis data,
prosedur penelitian jadwal kerja, personalia peneliti, rencana pembiayaan; Kelima, tambahan yang berisi daftar
pustaka dan biodata peneliti. Sistematika proposal penelitian tindakan kelas
memang banyak modelnya, tetapi secara prinsip relatif sama. Oleh karena itu, jika
proposal PTK ditunjukkan kepada lembaga atau instansi tertentu yang
mensyaratkan sistematika proposal PTK, sebaiknya peneliti mengikuti apa yang
diminta tersebut.
Judul sebaiknya dirumuskan dengan
singkat dan spesifik, serta mencerminkan permasalahan pokok yang akan
dipecahkan dalam PTK. Judul dipaparkan secara deklaratif, jelas, padat dan
tidak memberi kemungkinan penafsiran yang beragam. Usahakan jumlah kata judul
tidak lebih dari dua puluh kata. Judul haruslah mencerminkan sebuah aktivitas, mudah
dipahami dan kita dapat menebak isi penelitian tersebut.
Hal pokok yang harus tertulis dalam
judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dalam PTK yang merupakan
variabel Y (misalnya: peningkatan hasil belajar siswa) dan bentuk tindakan (treatment) yang akan dilaksanakan untuk
menyelesaikan masalah yang merupakan variabel X (penerapan model pembelajaran kooperatif). Judul PTK juga harus
memuat keterangan tentang tempat penelitian, waktu penelitian, kelas yang
dijadikan penelitian dan mata pelajaran apa yang dijadikan PTK.
Tabel Contoh
Judul-judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
|
No
|
Judul
|
|
1
|
Upaya mengatasi kesenjangan kelas II
melalui kebebasan gaya belajar pada SDN Banjang 2 Inklusi Amuntai
|
|
2
|
Meningkatkan kemampuan komunikasi
transaksional anak berkebutuhan khusus pada kelas II SDN Banjang 2 Inklusi
Amuntai
|
|
3
|
Meningkatkan Sikap Positif Siswa kelas
V Melalui Metode Bermain Peran di SDN Banjang 2 Amuntai
|
|
4
|
Meningkatkan Prestasi Belajar
MelaluiTutor Sebaya pada Siswa Kelas IV SDN Banjang 2 Amuntai
|
|
5
|
Upaya
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 8 dalam Mata Pelajaran Matematika Melalui
Pembelajaran dengan Model Matematika Realistik SMP Terbuka Babirik
|
|
6
|
Meningkatkan
Kemampuan Siswa Kelas III Pulau Tambak Amuntai Dalam Mempraktekkan Gerakan
Shalat Melalui Metode Drill
|
|
7
|
Meningkatkan
Kemampuan Tata Cara Wudhu Siswa Kelas II SDN Pugaan Tabalong Melalui
Pemodelan
|
Sistematika
Proposal PTK atau Skripsi biasanya diatur oleh setiap lembaga yang bersangkutan.
Namun pada umumnya Sistematika Proposal PTK atau Skripsi dapat digambarkan
sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan,
meliputi :
1.
Latar Belakang Masalah dan Penegasan
Judul.
Latar belakang merupakan esai
argumentatif yang memuat fenomena yang akan di amati. Fenomena yang akan
diteliti tersebut merupakan hasil pengamatan kelas selama ini. Beberapa aspek
yang harus dikemukakan adalah deskripsi teoritis secara singkat sebagai gagasan ideal. Termasuk peraturan
perundangan serta pengalaman emperik guru di kelas. Perlu juga disampaikan
tentang pentingnya masalah yang akan
di atasi. Pada bagian selanjutnya dikemukakan pula kondisi yang diharapkan
sebagai indikator keberhasilan (das
sollen) dan fakta yang ada atau kenyataan yang sebenarnya(das sein). Sebagai gambaran bahwa telah terjadi kesenjangan yang harus segera
di atasi melalui tindakan tertentu. Jika
tidak diatasi maka akan berdampak yang kurang baik bagi peningkatan kualitas
pembelajaran, sehingga perlu dicarikan solusinya.
Selanjutnya pada paragraf berikutnya
berikan juga penegasan terhadap judul. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan
penjelasan tentang pengertian yang terkandung dalam judul penelitian. Pada
bagian penegasan judul ini dikemukakan konsep-konsep dasar secara substantif.
Buatlah definisi yang mengandung sejumlah indikator atau karakteristik operasional,
agar tidak menimbulkan penafsiran ganda.
Sementara Kunandar (2008:114)
memberikan penjelaskan bahwa dalam latar belakang masalah peneliti menjelaskan beberapa
hal, yaitu:
1) Mengapa
masalah yang diteliti itu penting;
2)
Kondisi yang diharapkan (das sollen) dan kondisi yang ada (das sein) sehingga jelas adanya
kesenjangan yang merupakan masalah yang menuntut untuk dicari pemecahannya yang
tepat melalui PTK;
3)
Kemukakan secara jelas bahwa masalah
yang akan diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di dalam PBM
disertai data faktualnya dan diagnosisnya;
4)
Menyinggung teori yang melandasi diajukannya
gagasan untuk memecahkan masalah;
5)
Apa yang membuat peneliti merasa gelisah
dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti;
6)
Gejala-gejala kesenjangan apa yang
terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan;
7)
Kerugian-kerugian dan
keuntungan-keuntungan apa yang akan terjadi kalau masalah tersebut tidak
diteliti;
8)
Masalah yang akan diteliti merupakan
sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan serta dapat dilaksanakan
dilihat dari segi ketersediaan waktu, biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar
penelitian tersebut;
9)
Dijelaskan pula tindakan yang akan
dikenakan pada subjek pelaku tindakan. Dalam penyebutkan tindakan, peneliti
perlu menjelaskan apa sebab tindakan itu paling tepat diberikan kepada subjek pelaku,
dengan alasan yang berkaitan dengan permasalahan yang dicari solusinya. Pada
bagian ini sebaiknya tidak menyampaikan uraian yang tidak terkait langsung
dengan objek yang diteliti sehingga terkesan bertele-tele;
10)
Dalam pemaparan latar belakang masalah
pada umumnya memakai pendekatan deduksi, yakni dari hal-hal yang sifatnya umum
ke hal-hal yang sifatnya khusus (kerucut terbalik).
2. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah menurut Kunandar
(2008:115) adalah kegiatan mendeteksi, melacak, menjelaskan aspek permasalahan
yang muncul dan berkaitan dari judul penelitian atau dengan masalah atau variabel
yang akan diteliti. Hasil identifikasi dapat diangkat beberapa permasalahan
yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Contoh identifikasi masalah
dari judul PTK "Upaya Peningkatan
Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial melalui
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas V SDN Kali Baru Jakarta Utara."
Dari latar belakang masalah, lanjut
Kunandar dapat diidentifikasi masalah sebagai
berikut. (a). Pembelajaran pengetahuan sosial di kelas masih berjalan monoton;
(b). Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat; (c). Belum ada kolaborasi
antara guru dan siswa; (d). Metode yang digunakan bersifat konvensional; (e).Rendahnya
kualitas pembelajaran pengetahuan sosial; (f). Rendahnya prestasi siswa untuk
mata pelajaran Pengetahuan Sosial.
3. Perumusan Masalah
Rumusan masalah diharapkan dapat
memberikan informasi tentang masalah mendasar yang akan dibahas. Rumusan
masalah dituangkan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang mengandung
masalah. Beberapa pertanyaan tersebut akan terjawab setelah tindakan selesai
dilakukan. Perumusan masalah dirumuskan dengan kalimat pertanyaan yang
mengajukan alternatif tindakan akan dilakukan. Perumusan masalah merupakan dasar
bagi perumusan hipotesis. Perumusan masalah juga dapat menghasilkan topik
penelitian atau judul dari penelitian. Perumusan masalah baik sebagai
informasi, dasar perumusan hipotesis, penghasil topik dan judul maka hendaknya
menggunakan kalimat yang jelas, singkat, padat, dan tidak mengundang penafsiran
ganda. Kemudian hindari juga rumusan masalah yang bias, terlalu luas, terlalu umum
atau sebaliknya terlalu sempit dan bersifat lokal. Perumusan masalah hendaknya berisi
implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.
4.
Alasan Pemilihan Judul
Judul PTK haruslah singkat dan jelas
serta mampu menggambarkan masalah yang diteliti, tindakan perbaikan yang
dilakukan, hasil yang diharapkan berikut tempat tindakan dilakukan. Sedangkan alasan
pemilihan judul bersifat argumentatif. Bagian yang menjelaskan sebab-sebab
judul yang bersangkutan dipilih.
5.
Tujuan penelitian.
Tujuan penelitian menegaskan apa yang
akan dicapai oleh penelitian. Apa yang diperoleh dari hasil tindakan. Tujuan
penelitian hendaknya memuat indikator keberhasilan dari tindakan yang
dilakukan. Indikator keberhasilan terkait dengan upaya yang dilakukan guru pada
proses pembelajaran, keberhasilan tindakan. Keberhasilan tindakan dalam
melibatkan peserta didik dalam pembelajaran. Apakah pembelajaran memberi makna
kepada peserta didik. Keberhasilan tindakan dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran dan hasil belajar bagi peserta didik. Tujuan penelitian juga
diharapkan seirama dengan perumusan
masalah. Tujuan penelitian sekaligus merupakan jawaban dari permasalahan yang
diajukan.
6.
Signifikansi Penelitian
Pada bagian signifikansi penelitian ini
dipaparkan secara spesifik kegunaan yang hendak dicapai, setidaknya dalam dua
aspek yaitu: aspek teoritis dan aspek praktis. Aspek teoritis atau aspek
keilmuan yang menyebutkan kegunaan apa yang telah dicapai dari masalah yang
diteliti. Sedangkan aspek praktis yang mengemukakan keguna-laksanaan apa yang
dapat dicapai dari penerapan pengetahuan yang dihasilkan dari suatu penelitian.
7.
Anggapan Dasar dan Hipotesis
Anggapan dasar suatu penelitian adalah
sesuatu yang dijadikan pijakan atau titik tolak dalam melakukan penelitian. Anggapan dasar tidak dipersoalkan lagi
kebenarannya, karena ia sudah diterima oleh umum, karena bersifat ideal.
Sedangkan hipotesis adalah jawaban
atau dugaan sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya masih
harus diuji secara empiris. Hipotesis juga merupakan rangkuman atau kesimpulan
teoritis yang diperroleh dari hasil telaah kepustakaan. Hipotesis merupakan
jawaban terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling
mendekati atau paling tinggi tingkat kebenarannya.
8.
Sistematika Penelitian
Pada bagian sistematika penelitian ini
diuraikan secara sistematis, logis dan terarah tentang bagian-bagian dan
sub-sub bagian atau komponen-komponen materi. Substansi bahasan yang disusun
secara naratif dalam suatu bahasan yang terdiri atas kalimat-kalimat secara
mengalir, bukan disusun sebagaimana membuat outline karangan. Sistematikan
Proposal PTK dapat digambarkan sebagai berikut:
A. Judul
Penelitian
B.
Bidang Kajian
C.
Pendahuluan
D.
Perumusan dan Pemecahan Masalah
E.
Tujuan Penelitian
F.
Manfaat Hasil Penelitian
G.
Kajian Pustaka
H.
Rencana dan Prosedur Penelitian
I.
Jadwal Penelitian
J.
Biaya Penelitian
K.
Biaya Penelitian
L.
Personalia Penelitian
M.Daftar
Pustaka
N.
LAMPIRAN-LAMPIRAN:
1. Intrumen
Penelitian
2. Curiculum Vitae semua peneliti
3. Surat
Keterangan Ketua Lemlit
4. Surat
Keterangan Dekan
Bab II Kajian Pustaka
1) Landasan
Teori
Secara umum teori dapat kita pahami
sebagai suatu pernyataan (a set of
statement) yang menjelaskan serangkaian hal-hal yang memiliki karakteristik
sebagai kaidah-kaidah umum (universal
preposition), memadukan (unifying)
dan meramalkan (predictive statement).
Pernyataan (statement) dimaksud dapat
berupa fakta-fakta, definisi, preposisi, hipotesis, generalisasi, dalil-dalil,
postolat, teori dan hukum.[1]
Teori-teori relevan yang dapat
digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, sebagai dasar untuk
memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis)
serta penyusunan instrumen penelitian. Kajian teoritis menerangkan, menguraikan
dan merangkaikan berbagai elemen teori untuk diformulasikan sehingga membentuk
pemikiran teoritis sebagai “agreement
reality” yang utuh, logis, kritis dan sistematis. Kajian teori sangat
penting untuk membangun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam
penelitian. Kajian teori dapat berupa kutipan teori, berbagai definisi dari
variabel, dan temuan penelitian sebelumnya. Uraikan dengan jelas kajian teori
yang menumbuhkan gagasan dan mendasari usulan rancangan PTK. Kemukakan juga
teori, temuan, dan penelitian lain yang relevan dan mendukung pilihan tindakan
(treatment) untuk memecahkan permasalahan
PTK tersebut.[2]
Pemikiran teoritis dimaksudkan sebagai
suatu jawaban analisis (teoritis)
dari permasalahan penelitian. Sehingga permasalahan penelitian tersebut dapat
dijelaskna maknanya dalam sudut pandang ilmu pengetahuan. Sehingga variabel
masalah penelitian dapat dikaji secara rasional dan ilmiah yang didasari
landasan teoritis tertentu.
Kajian teori ini menurut Kunandar
(2009:119), berguna untuk hal-hal penting, di antaranya: (a). menjawab
permasalahan PTK secara teoretis; (b). menemukan variabel penyebab masalah PTK;
(c). mengoperasionalkan variabel penelitian; (d). menyusun jawaban sementara
dari masalah (hipotesis); (e) menemukan metode yang paling tepat untuk menjawab
permasalahan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kajian teori tersebut
adalah sebagai berikut. a. Relevansi
buku dengan judul penelitian. Buku-buku yang dibaca hendaknya mendukung untuk
pemecahan masalah. Relevan tidak selalu berarti mempunyai judul yang sama
dengan judul penelitian. Relevan di sini adalah buku-buku tersebut mengandung
isi yang dapat menunjang teori-reori yang akan ditelaah atau dibangun. b. Kekinian (up to date) buku hendaknya
dicari yang rerbaru, kecuali untuk penelitian sejarah. c. Buku atau hasil penelitian itu dapat memberi arahan pada mengidentifikasi
variabel penelitian dan operasionalisasinya. Oleh karena itu, lacakan hasil
penelitian sebelumnya sangat disarankan untuk dibaca dan jadi rujukan.
5. Teknik dan Alat
Pengumpulan Data
Kualitas data turut ditentukan oleh
kualitas teknik dan alat pengumpul data. Jika teknik dan alat pengumpul data cukup
reliabel dan valid maka demikian pula adanya dengan data yang terkumpul. Prinsip
pengumpulan data dalam PTK tidak jauh berbeda dengan penelitian formal. Dalam
PTK umumnya dikumpulkan dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan data
kualitatif. Data tersebut digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi,
baik perubahan kinerja peserta didik, kinerja guru, dan perubahan kelas.
Data kuantitatif merupakan data yang
dapat terungkap melalui angka hasil perubahan kinerja peserta didik, kinerja
guru, dan perubahan kelas. Sedangkan data kualitatif merupakan data yang
diperoleh, diungkap dan dilaporkan dalam bentuk makna. Biasanya disampaikan secara
deskriptif, bagaimana peserta didik terlibat secara penuh dalam suasana kelas
yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Bagaimana antusiasme,
ekspresi, motivasi dan perasaan berhasil peserta didik.
Teknik pengumpulan data dalam PTK
tersebut dapat berupa tes, observasi, wawancara, diskusi. Observasi dapat
digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas peserta didik dalam proses
pembelajaran dan implementasi tindakan yang direncanakan. Wawancara dapat
digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan tindakan yang dilakukan. Begitu
pula dengan angket, kuesioner.
6.
Indikator Keberhasilan atau Indikator Kinerja
Indikator Keberhasilan
atau indikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat
tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki mutu
PBM di kelas. Indikator kinerja harus realistik dan dapat diukur (jelas cara mengukurnya).
7.
Analisis Data
Data yang terkumpul kemudian diolah,
diseleksi atas dasar reliabilitas dan
validitas. Data yang rendah reliabiitas dan validitas dan data yang kurang
lengkap hendaknya dibedakan data yang telah lulus dalam seleksi. Data yang
berupa angka dapat dimasukkan dan diatur dalam tabel, matrik, dan semacamnya. Analisis data adalah tahapan setelah pengumpulan
data dilakukan. Dalam penelitian tindakan kelas, analisis dilakukan peneliti
sejak awal, pada setiap aspek dan tahapan kegiatan penelitian. Pada waktu
dilakukan pencatatan lapangan melalui observasi atau pengamatan tentang
kegiatan pembelajaran di kelas. Peneliti dapat langsung menganalisis apa yang
diamatinya, situasi dan suasana kelas, bagaimana guru mengajar, pola interaksi
dan komunikasi guru dengan peserta didik, antara peserta didik dengan peserta
didik lainnya.
Analisis data dalam penelitian
kualitatif merupakan proses menyusun, mengkategorikan data, mencari pola atau
tema maksud untuk memahami maknanya. Dalam proses pemaknaan kita dapat
menggunakan teori-teori yang telah dipahami. Sedang analisis data dalam tindakan
menunjukkan apakah tindakan yang dilakukan terjadi perbaikan, peningkatan, dan
atau perubahan sebagaimana harapan yang telah tertuang pada indikator
keberhasilan atau indikator kinerja. Hal ini dikemukan pada tujuan penelitian.
8. Prosedur Penelitian
Pada bagian ini dicantumkan konsep,
teori, atau penelitian yang relevan dengan permasalahan dan tindakan yang
dirancang. Bagian ini juga memuat subjek penelitian, waktu, tempat, dan lama
tindakan. Prosedur atau langkah-langkah PTK yang akan dilaksanakan, yang
terdiri dari Pertama perencanaan, Kedua pelaksanaan tindakan, Ketiga observasi, evaluasi-refleksi,
yang semuanya bersifat siklus, berulang sesuai dengan jumlah daur atau siklus
yang direncanakan. Dalam prosedur peran tim peneliti dalam setiap tahap
penelitian dapat terlihat.
9. Personalia Penelitian
Bagian memuat identitas tim peneliti
serta perannya dalam penelitian. Nama lengkap gelar, NIP, Tempat Tanggal Lahir,
Pangkat dan Jabatan, Tempat Tugas, dan Pengalaman Meneliti.
10.Rencana Pembiayaan
Bagian ini mencantumkan secara rinci
biaya yang dibutuhkan dalam penelitian. Rincian biaya haruslah sesuai dan masuk
akal dengan ketentuan yang ditentukan oleh lembaga pembiayaan sebagai sponsor.
Rencana pembiayaan dapat disajikan dalam bentuk tabel, agar mudah dipahami oleh
pihak yang membiayai. Penyusunan rencana pembiayaan harus transparan dan
penggunaan dan pengeluaran biaya penelitian agar berhati-hati. Rencana
pembiayaan ini bisa dicantumkan apabila kegiatan ada yang membiayai oleh pihak
lain atau sponsor.
11.Rencana Kerja
Rencana kerja adalah urutan kerja
mulai dari awal kegiatan sampai penyusunan laporan PTK. Urutan kegiatan tersebut
mencakup jenis kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan kapan akan
dilaksanakan. Oleh karena itu, dalam rencana kerja sudah terperinci jadwal
waktu. Rencana kerja ini akan mengarahkan peneliti agar penelitian yang
dilakukannya dapat diselesaikan tepat pada waktunya sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan.
12.Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat sumber telaah
atau rujukan yang dijadikan dasar landasan ideal atau landasan teori.
Teori-teori, konsep-konsep, generalisasi-generalisasi yang dapat dijadikan
landasan teoritis. Daftar pustaka disusun menurut aturan tertentu. Di tulis berdasarkan
abjad nama pengarang atau penulis. Dalam penyusunan daftar pustaka tersebut dapat
digunakan model MILA (Modern Language
Association), model APA (American
Psychological Association), atau model lain yang biasa digunakan oleh
masyarakat akademik. Gunakan referensi terbaru dan referensi yang dimasukkan
dalam daftar pustaka hanyalah referensi yang digunakan untuk PTK.
Daftar pustaka yang disusun secara
rinci dan sistematis mengenai semua jenis sumber bacaan, yaitu buku, jurnal,
surat kabar, buliten, majalah, ensiklopedi, laporan hasil penelitian yang
relevan, terbitan berkala, dan semacamnya.
Terkait dengan daftar pustaka masih
ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, seperti jumlah sumber bacaan,
penulisan daftar, unsur-unsur yang perlu dimasukkan dalam penyusunan daftar
pustaka serta cara penyusunannya.
13.Lampiran
Lampiran dibuat sesuai dengan
permintaan sponsor. Pada umumnya melampirkan instrumen penelitian, curiculum vitae atau riwayat hidup dan
pekerjaan tim peneliti, surat-surat keterangan yang diperlukan seperti surat
ketua lembaga penelitian, surat keterangan ketua sekolah tinggi atau dekan
universitas. Serta surat-surat lain yang diperlukan.
1) Penelitian
yang Relevan
Memuat dan mendeskripsikan hasil-hasil penelitian
yang dilakukan peneliti lain yang masalah penelitian atau pemecahannya sama
dengan yang kita lakukan.
Bab III. Metode
Penelitian
Pada bagian bab ini memberikan uraian
tentang metode penelitian yang digunakan secara rinci. Hal-hal yang perlu
diuraikan secara rinci adalah,
1) Subyek
dan Objek Penelitian;
2)
Waktu dan Tempat Penelitian;
3)
Prosedur Penelitian; (memuat siklus tindakan)
4)
Personalia Penelitian;
5)
Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen
Penelitian;
6)
Teknik Analisis Data
7)
Validitas Data (jika ada)
8) Jadwal
Penelitian
Bab IV. Laporan
Penelitian
Laporan penelitian umumnya memuat
beberapa hal seperti,
1) Gambaran
Umum Lokasi Penelitian;
Gambaran umum lokasi
penelitian dipaparkan cukup secara singkat tetapi dapat menjelaskan hal-hal
yang berkaitan dengan keadaan lokasi penelitian, dapat berupa hal-hal, gambar
dan semacamnya.
2)
Penyajian Data;
Penyajian data yang
lazim diuraikan adalah data hasil tindakan berdasarkan siklus yang dilakukan.
Data kuantitatif disajikan melalui tabel atau diagram dan data kualitatif
disajikan berupa uraian atau deskripsi yang merupakan hasil observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
3)
Analisis Data.
Analisis data dalam penelitian tindakan
menunjukkan apakah tindakan yang dilakukan terjadi perbaikan, peningkatan
dan/atau perubahan yang diharapkan atau ditentukan oleh indikator kinerja/keberhasilan.
Indikator kinerja atau indikator keberhasilan telah tergambar pada tujuan
penelitian.
Bab V. Penutup
1) Kesimpulan
Kesimpulan merupakan jawaban terhadap rumusan yang telah
dinyatakan dalam bab pendahuluan. Kesimpulan bukanlah ringkasan dari uraian
sebelumnya. Kesimpulan memuat hasil pemecahan terhadap apa yang dipermasalahkan
dalam skripsi.
2)
Saran-saran
Saran
yang diajukan hendaknya berkenaan dengan temuan penelitian, pembahasan, dan
kesimpulan hasil penelitian. Saran hendaknya hanya dalam batas-batas lingkup
dan implikasi penelitian. Saran dapat diajukan kepada lembaga pemerintah atau
swasta yang relevan dan terkait langsung dengan pemecahan masalah yang
ditemukan dalam penelitian. [M3BG]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar