Selasa, 18 November 2014

CARA MUDAH MELAKUKAN PTK



PENELITIAN, merupakan sebuah proses yang dilakukan melalui sebuah prosedur terencana, teratur dan sistematis untuk mendapatkan jawaban berupa kebenaran. Demikian juga dengan PTK dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang untuk melaksanakannya. Perencanaan sendiri merupakan langkah pertama dari empat langkah yang dipersiapkan bagi PTK. PTK sebagai penelitian bersiklus atau berdaur mengisyaratkan bahwa setiap tahap akan berulang kembali secara berurutan. Kemudian ada beberapa langkah yang harus dilakukan pelaksanaan PTK.
          Menurut Lewis[1] Langkah-Langkah  Penelitian itu meliputi:
1.    Mengidentifikasi gagasan/permasalahan umum;
2.    Melakukan pengecekan di lapangan (reconnaissance);
3.    Membuat perencanaan umum;
4.    Mengembangkan langkah tindakan pertama;
5.    Mengimplementasi tindakan pertama;
6.    Mengevaluasi, dan
7.    Merevisi perencanaan umum.
          Kemudian beberapa langkah yang juga ditawarkan oleh pakar lainnya, seperti:
1. Mengidentifikasi Masalah;
2. Merumuskan Masalah;
3.Merumuskan Hipotesis Tindakan;
4.Membuat Rencana Tindakan dan Pemantauan;
5.Melaksanakan Tindakan dan Mengamatinya;
6.Mengolah dan Menafsirkan Data;
7.Analisis Data;
8.Validasi Data dan Kredibilitas PTK;
9.Melaporkan Hasil Penelitian.
          Beberapa ahli lain juga menawarkan langkah singkat, seperti Mills (2000), yang hanya menawarkan empat langkah, seperti
1.    Mengidentifikasi satu bidang yang menjadi perhatian kita,
2.    Mengumpulkan data,
3.    Menganalisis dan menginterpretasikan data,
4.    Mengembangkan rencana tindakan.
          Selain itu ada empat langkah utama lainnya, yang ditawarkan IGAK  Wardhani dan Kuswaya Wihardit (2011:2.4) berikut ini.
Pertama, mengidentifikasi masalah,
Kedua, menganalisis dan merumuskan masalah,
Ketiga, merencanakan PTK
Keempat,melaksanakan PTK
          Setiap peneliti mempunyai kecenderungan pada langkah-langkah yang dianggap paling praktis dan membantu proses pelaksanaannya. Dari sekian banyak versi langkah-langkah yang ditawarkan para ahli. Pada pembahasan ini kita akan membuat langkah yang lebih singkat dan lebih sederhana dalam rangka memberikan kemudahan bagi guru muda atau peneliti pemula.
#Langkah Pertama Memahami Masalah
Ada dua hal yang tidak perlu kita khawatirkan dalam dunia pendidikan atau dalam kegiatan pembelajaran. Pertama kita tidak perlu khawatir kekurangan masalah; Kedua kita tidak perlu bingung dengan solusinya. Mengapa? Karena masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran sangat banyak, dari yang sangat kecil sampai yang paling besar. Ada yang sederhana, tidak sedikit yang pelik dan rumit. Semua ada, kita tinggal memilih dan menentukan harganya...ups! Ini bukan tentang barang, ini masalah. Betul masalah pun ada harganya, tentukan yang berkaitan dengan waktu, tenaga dan biaya yang tersedia. Terkait dengan hal itu kita bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi kita. 
          Begitu pula dengan solusinya, kita tidak perlu khawatir. Ada banyak solusi yang ditawarkan atas penyelesaian masalah yang kita hadapi. Setelah kita menetapkan masalah yang akan kita teliti, baru memilih solusinya. Kegiatan ini pun tidak terlalu sulit, Mengapa? Karena, sebagaimana masalah, beragam solusi pun tersedia disekitar kita. Sekali lagi kita tinggal memilih dan menentukannya. Baiklah, aku merasa anda mulai tidak sabar ingin membuktikannya.
Pertama bagaimana cara mudah menemu-kenali masalah. Masalah kelas adalah masalah yang muncul pada proses pembelajaran. Guru sebagai pengelola pembelajaran  yang merasakan ada sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. Sesuatu yang tidak beres, sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan. Ini yang disebut mengidentifikasi masalah. Sesuatu yang akan berdampak buruk bagi hasil belajar peserta didik yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Indikatornya dapat terlihat ketika kita perhatikan kenyataannya (kenyatanya seperti apa?), kemudian bandingkan dengan yang semestinya (semestinya bagaimana?). Namun jika dirasakan masih membingungkan dalam mengenali masalah, Anda boleh memulainya dari gagasan untuk melakukan perbaikan. Pemilihan Masalah, Anda boleh juga mengajukan beberapa pertanyaan seperti, Masalah apa yang mesti diteliti?; Apakah masalah diteliti benar-benar yang terjadi di kelas sendiri?; Apakah masalah yang diteliti masalah yang penting dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; Apakah masalah dapat kita kelola? (pertimbangan adalah biaya, waktu, fasilitas, literasi atau landasan teoritis, serta penguasaan terhadap instrument penggali data); Apakah Anda memahami penyebab dan cara memecahkan masalah kelas tersebut?; Apakah Anda telah mengetahui alasan tindakan dilakukan?; Apakah Anda telah mengetahui jawaban sementara atas masalah yang akan diteliti?. Demikian beberapa pertanyaan yang dapat diajukan guru dalam memahami masalah yang akan diteliti. Selain mengajukan beberapa pertanyaan, Anda juga patut menghindari beberapa masalah atau penyebab masalah yang tidak mungkin dapat diselesaikan sendiri. Atau masalah yang di luar jangkauan tugas kita sebagai guru. Hindari masalah yang tidak pernah terjadi di kelas kita. Hindari masalah yang besar dan luas yang hanya dapat diselesaikan dalam jangka waktu lama dan melibatkan banyak pihak pengambil kebijakan.
          Mungkin hal berikut ini dapat membantu Anda memahami masalah PTK,
Pertama. pastikan yang diteliti adalah masalah pengelolaan kelas dan proses pembelajaran, upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, upaya meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran, upaya menerapkan pendekatan pembelajaran, atau media atau metode evaluasi pengembangan kurikulum; Kedua, masalah yang berhubungan dengan sumber belajar, bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar. Seperti upaya pengembangan model belajar, alat peraga, sumber belajar yang dekat dengan lingkungan sekolah sebagai upaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman sehari-hari peserta didik, Ketiga, masalah yang berhubungan dengan upaya guru peningkatan kualitas diri dan profesi guru. Upaya meningkatkan hubungan antara peserta didik, guru dan orang tua, upaya membangun konsep diri peserta didik. Upaya membangun konsep diri peserta didik. Kedua, bagaimana cara mudah menemu-kenali solusinya. Menyadari ada sesuatu yang perlu diperbaiki merupakan kesadaran yang sudah lumayan memadai untuk melakukan PTK. Kita pahami dahulu apa yang dimaksud dengan masalah. Makna masalah yang kita bahas disini tidak berbeda dengan makna masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Anda tentu sering melihat, mendengar, menyaksikan atau menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan yang semestinya. Kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. Itulah yang dinamakan dengan masalah. Mestinya materi pembelajaran dapat dimengerti oleh peserta didik, nyatanya mereka masih banyak yang belum memahami. Mestinya proses pembelajaran dapat melibatkan seluruh peserta didik, tetapi hanya mampu melibatkan sebagian kecil dari mereka.
          Upaya mencari solusi sebagai dasar merumuskan hipotesis tindakan, Anda melibatkan sejawat sebagai kawan diskusi, mempelajari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan, perbanyak literasi yang berhubungan tindakan, mempelajari dan tentukan alternatif tindakan-tindakan yang relevan dengan kelas dan  masalah yang akan di atasi.
#Langkah Kedua, Membuat Perencanaan
          Membuat rancana tindakan merupakan langkah besar kedua yang harus kita tempuh. Rencana tindakan kelas  merupakan suatu rencana perbaikan yang bersifat progress, prospek dan fleksibel dengan pertimbangan perubahan, terhadap hal tak terduga, kendala yang dihadapi bahkan resiko. Karena itu guru sebagai peneliti harus bertindak bijaksana, cermat, teliti, dalam mencari cara mengatasi masalah atau melakukan perbaikan. Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian guru adalah, Pertama, rencana tindakan atau rencana perbaikan terlebih dahulu dirumuskan dalam bentuk ‘hipotesis tindakan’ atau ‘dugaan guru terhadap cara terbaik dalam mengatasi masalah’. Agar dugaan atau hipotesis yang rumuskan memiliki kekuatan, maka harus dibangun berdasarkan landasan teori yang kokoh. Atau berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan dalam masalah yang serupa. Landasan teori sebagai gagasan ideal dapat juga dibangun dari pengalaman emperik penulis atau hasil diskusi dengan teman sejawat, pakar pendidikan. Dari hasil kajian inilah guru kemudian menyusun berbagai alternatif tindakan. Kemudian mengkaji setiap alternatif yang berkaitan dengan tujuan tindakan atau tujuan perbaikan. Selain itu juga berhubungan dengan kelayakan pelaksanaan tindakan nanti.
          Kedua, setelah Anda memiliki ketetapan hati  terhadap alternatif hipotesis yang terbaik, maka selanjutnya adalah mengkaji kembali kelayakan ‘hipotesis tindakan’. Cara sederhana untuk melakukannya adalah cukup dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri tentang kemungkinan rencana tindakan tersebut dapat dilaksanakan. Apakah guru memiliki komitmen yang cukup, kemampuan yang memadai untuk melaksanakan dan menyelesaikan PTK?; Apakah kemampuan dan kondisi fisik dan psikologis peserta didik kita dapat mengikuti tindakan dengan baik?; Apakah fasilitas yang dibutuhkan dalam tindakan dapat tersedia atau terpenuhi tanpa kendala?; Apakah tindakan telah mendapat dukungan dari iklim kelas dan sekolah?; Apakah tindakan ini merupakan tindakan yang paling layak diantara alternatif tindakan lainnya?
# Langkah Ketiga Melaksanakan Tindakan
Tibalah kita pada langkah ketiga, yaitu melaksanakan tindakan. Tenangkan hati Anda, tidak perlu terlalu khawatir bukankah kita telah melewati dua langkah besar sebelumnya.  Bukankah, kini Anda telah memahami masalah dan telah memiliki perencanaan? Masalah sudah dipahami, rencana sudah dimiliki, maka semestinya tidak ada keraguan lagi untuk melaksanakannya.
          Pelaksanaan tindakan memang dituntun oleh rencana tindakan yang sebelumnya telah Anda buat. Namun kita tidak boleh terlalu kaku mengikutinya. Mengapa? Karena tugas utama guru adalah mengajar dan mendidik. Diharapkan dengan demikian metodologi penelitian kita tidak sampai mengganggu komitmen kita sebagai guru. Jangan sampai mengorbankan hak peserta didik dalam pembelajaran. Karena itu lakukan tugas penelitian secara profesional bersamaan dengan tugas mengajar yang tetap dalam nuansa profesional pula. Kita harus mengikuti dinamika proses pembelajaran di kelas yang cenderung dinamis dan menuntut kemampuan guru menyesuaikan diri.
          Sebagai guru yang juga peneliti, kita harus bersikap fleksibel. Skenario kita bukan harga mati, ia tidak boleh kaku apalagi beku dalam penerapannya, sekalipun telah matang direncanakan. Jika terjadi sesuatu di luar dugaan sebelum catatlah atau rekamlah peristiwa tersebut dalam lebar khusus berupa lembar anekdot. Peningkatana atau perbaikan pada saat tindakan merupakan data yang harus kita rekam dan hargai sama dengan faktor yang muncul sebagai penyebab kegagalan tindakan jika terjadi. Dengan kata lain data yang kita ambil mencakup data apa saja yang terjadi ketika tindakan dilakukan. terkait dengan orang, situasi, kondisi, perubahan, pengaruh, sikap, motivasi, prestasi, pola interaksi yang terjadi, deskripsi prilaku yang muncul, jadwal, rekaman, audio, video, foto, slide serta kinerja guru. semuanya harus dalam jangkauan pantauan alat penggali data.
          Pastikan pelaksanaan tindakan dalam PTK Anda, tetap berada dalam siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
          Perencanaan, atau planning tindakan meliputi, semua langkah tindakan yang telah dibuat secara rinci, segala keperluan pelaksanaan tindakan seperti materi, sumber belajar, media, metode, teknik, strategi, pendekatan dan instrumen observasi atau perangkat penggali data, perkiraan dan antisipasi kendala yang mungkin timbul dalam pelaksanaan,
          Tindakan, merupakan tahapan guru mulai bertindak, guru harus realistis menerapkan teori dan teknik mengajar serta konsep tindakan yang sudah dipersiapkan
          Pengamatan, merupakan tahapan pengumpulan data dan informasi dalam pengamatan tindakan. Pengamatan atau observasi yang dikendalikan oleh instrumen yang telah kita buat dan mungkin melibatkan pengamat dari luar. Penggunaan teknik pengumpulan data dalam PTK sangat ditentukan oleh sifat dasar data yang akan dikumpulkan. Begitu pula dengan aspek yang harus diamati dalam PTK. Beberapa aspek yang tidak pernah luput dalam pengamatan adalah, proses tindakannya, pengaruh tindakan baik yang diduga maupun yang tak terduga, keadaan dan kendala yang dihadapi, faktor yang mempermudah atau menghambat tindakan yang telah direncanakan, pengaruh timbal balik antara tindakan dan faktor lain, persoalan lain yang timbul selama tindakan berlangsung. Semuanya akan menjadi data penelitian, yang akan menjadi dasar pijakan bagi tahapan berikutnya yaitu refleksi.
          Refleksi. sebagaimana kita bahas sebelumnya bahwa data penelitian tindakan akan berfungsi sebagai dasar pijakan atau landasan dalam melakukan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian merupakan hasil yang akan menjadi bahan untuk membangun tindakan selanjutnya. Data yang terkumpul dari seluruh rekaman audio, video, foto dan catatan instrument penggali data, baik dari hasil observasi partisipan dan non partisipan, terstruktur, tidak terstruktur, dan yang berupa anekdot, hasil angket, wawancara, dan lain semacamnya.
          Refleksi terhadap tindakan merupakan upaya melakukan analisis terhadap data, dapat melibatkan orang lain, dan bersama-sama menarik kesimpulan. Pada tahapan ini kita mengolah dan menafsirkan data-data yang diperoleh tadi. Pada tahapan refleksi ini kita melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan dalam pembelajaran, membuka ruang diskusi untuk membahas hasil evaluasi tindakan dan skenario pembelajaran yang telah dilakukan, hasil evaluasi dalam diskusi akan menjadi catatan dalam siklus berikutnya.
          Refleksi dibutuhkan untuk memahami semua data hasil tindakan yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Aktivitas transfer belajar yang berlangsung di kelas. Suasana dan interaksi yang berlangsung selama kegiatan PTK. Melalui refleksi guru berusaha memahami proses yang berlangsung, maslah yang timbul, persoalan dan kendala yang terjadi dalam tindakan. Memahami dalam berbagai perspektif dan aspek pendidikan.
          Semua data PTK yang terkumpul harus dianggap berharga oleh guru, tanpa kecuali. Data-data tersebut harus diperiksa sebagai landasan refleksi. Begitu pula perbandingan data yang diperoleh dari guru peneliti dan kolaborator. Data yang terkumpul dari beragam teknik  diharapkan dapat meningkatkan objektivitas. Sehingga perbaikan dan perubahan yang terungkap melalui betul-betul terjadi secara makna. Perubahan dan perbaikan terjadi dapat terkontrol dan dapat diperiksa oleh siapa pun. Begitu pula dengan hasil analisis data dapat disajikan secara kualitatif deskriptif dan pada aspek lainnya dapat disajikan secara kuantitatif.  [M3BG]


[1] Rochiati, 2008:100

Tidak ada komentar:

Posting Komentar