PENELITIAN,
merupakan sebuah proses yang dilakukan melalui sebuah prosedur terencana,
teratur dan sistematis untuk mendapatkan jawaban berupa kebenaran. Demikian
juga dengan PTK dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang untuk
melaksanakannya. Perencanaan sendiri merupakan langkah pertama dari empat
langkah yang dipersiapkan bagi PTK. PTK sebagai penelitian bersiklus atau
berdaur mengisyaratkan bahwa setiap tahap akan berulang kembali secara
berurutan. Kemudian ada beberapa langkah yang harus dilakukan pelaksanaan PTK.
Menurut Lewis[1] Langkah-Langkah Penelitian itu meliputi:
1.
Mengidentifikasi
gagasan/permasalahan umum;
2.
Melakukan
pengecekan di lapangan (reconnaissance);
3.
Membuat
perencanaan umum;
4.
Mengembangkan
langkah tindakan pertama;
5.
Mengimplementasi
tindakan pertama;
6.
Mengevaluasi,
dan
7. Merevisi perencanaan umum.
Kemudian
beberapa langkah yang juga ditawarkan oleh pakar lainnya, seperti:
1.
Mengidentifikasi Masalah;
2.
Merumuskan Masalah;
3.Merumuskan
Hipotesis Tindakan;
4.Membuat
Rencana Tindakan dan Pemantauan;
5.Melaksanakan
Tindakan dan Mengamatinya;
6.Mengolah
dan Menafsirkan Data;
7.Analisis
Data;
8.Validasi
Data dan Kredibilitas PTK;
9.Melaporkan
Hasil Penelitian.
Beberapa ahli lain juga menawarkan
langkah singkat, seperti Mills (2000), yang hanya menawarkan empat langkah,
seperti
1. Mengidentifikasi satu bidang yang
menjadi perhatian kita,
2. Mengumpulkan data,
3. Menganalisis dan
menginterpretasikan data,
4.
Mengembangkan
rencana tindakan.
Selain itu ada empat langkah utama
lainnya, yang ditawarkan IGAK Wardhani
dan Kuswaya Wihardit (2011:2.4) berikut ini.
Pertama, mengidentifikasi
masalah,
Kedua, menganalisis
dan merumuskan masalah,
Ketiga, merencanakan
PTK
Keempat,melaksanakan
PTK
Setiap peneliti mempunyai
kecenderungan pada langkah-langkah yang dianggap paling praktis dan membantu
proses pelaksanaannya. Dari sekian banyak versi langkah-langkah yang ditawarkan
para ahli. Pada pembahasan ini kita akan membuat langkah yang lebih singkat dan
lebih sederhana dalam rangka memberikan kemudahan bagi guru muda atau peneliti
pemula.
#Langkah Pertama Memahami
Masalah
Ada
dua hal yang tidak perlu kita khawatirkan dalam dunia pendidikan atau dalam
kegiatan pembelajaran. Pertama kita
tidak perlu khawatir kekurangan masalah; Kedua
kita tidak perlu bingung dengan solusinya. Mengapa? Karena masalah-masalah
pendidikan dan pembelajaran sangat banyak, dari yang sangat kecil sampai yang paling
besar. Ada yang sederhana, tidak sedikit yang pelik dan rumit. Semua ada, kita
tinggal memilih dan menentukan harganya...ups! Ini bukan tentang barang, ini
masalah. Betul masalah pun ada harganya, tentukan yang berkaitan dengan waktu,
tenaga dan biaya yang tersedia. Terkait dengan hal itu kita bisa menyesuaikan
dengan situasi dan kondisi kita.
Begitu pula dengan solusinya, kita
tidak perlu khawatir. Ada banyak solusi yang ditawarkan atas penyelesaian
masalah yang kita hadapi. Setelah kita menetapkan masalah yang akan kita
teliti, baru memilih solusinya. Kegiatan ini pun tidak terlalu sulit, Mengapa?
Karena, sebagaimana masalah, beragam solusi pun tersedia disekitar kita. Sekali
lagi kita tinggal memilih dan menentukannya. Baiklah, aku merasa anda mulai
tidak sabar ingin membuktikannya.
Pertama
bagaimana cara mudah menemu-kenali masalah. Masalah kelas adalah masalah yang
muncul pada proses pembelajaran. Guru sebagai pengelola pembelajaran yang merasakan ada sesuatu yang tidak
seharusnya terjadi. Sesuatu yang tidak beres, sesuatu yang tidak sesuai dengan
harapan. Ini yang disebut mengidentifikasi masalah. Sesuatu yang akan berdampak
buruk bagi hasil belajar peserta didik yang harus segera dicarikan jalan
keluarnya. Indikatornya dapat terlihat ketika kita perhatikan kenyataannya (kenyatanya seperti apa?), kemudian
bandingkan dengan yang semestinya (semestinya
bagaimana?). Namun jika dirasakan masih membingungkan dalam mengenali
masalah, Anda boleh memulainya dari gagasan untuk melakukan perbaikan. Pemilihan Masalah, Anda boleh juga
mengajukan beberapa pertanyaan seperti, Masalah apa yang mesti diteliti?; Apakah
masalah diteliti benar-benar yang terjadi di kelas sendiri?; Apakah masalah
yang diteliti masalah yang penting dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran;
Apakah masalah dapat kita kelola? (pertimbangan
adalah biaya, waktu, fasilitas, literasi atau landasan teoritis, serta
penguasaan terhadap instrument penggali data); Apakah Anda memahami
penyebab dan cara memecahkan masalah kelas tersebut?; Apakah Anda telah
mengetahui alasan tindakan dilakukan?; Apakah Anda telah mengetahui jawaban
sementara atas masalah yang akan diteliti?. Demikian beberapa pertanyaan yang
dapat diajukan guru dalam memahami masalah yang akan diteliti. Selain mengajukan
beberapa pertanyaan, Anda juga patut menghindari beberapa masalah atau penyebab
masalah yang tidak mungkin dapat diselesaikan sendiri. Atau masalah yang di
luar jangkauan tugas kita sebagai guru. Hindari masalah yang tidak pernah
terjadi di kelas kita. Hindari masalah yang besar dan luas yang hanya dapat
diselesaikan dalam jangka waktu lama dan melibatkan banyak pihak pengambil
kebijakan.
Mungkin hal berikut ini dapat membantu
Anda memahami masalah PTK,
Pertama.
pastikan yang diteliti adalah masalah pengelolaan kelas dan proses pembelajaran,
upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, upaya meningkatkan partisipasi
peserta didik dalam pembelajaran, upaya menerapkan pendekatan pembelajaran,
atau media atau metode evaluasi pengembangan kurikulum; Kedua, masalah yang berhubungan dengan sumber belajar, bahwa guru
bukan satu-satunya sumber belajar. Seperti upaya pengembangan model belajar,
alat peraga, sumber belajar yang dekat dengan lingkungan sekolah sebagai upaya
menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman sehari-hari peserta didik,
Ketiga, masalah yang berhubungan
dengan upaya guru peningkatan kualitas diri dan profesi guru. Upaya
meningkatkan hubungan antara peserta didik, guru dan orang tua, upaya membangun
konsep diri peserta didik. Upaya membangun konsep diri peserta didik. Kedua, bagaimana cara mudah
menemu-kenali solusinya. Menyadari ada sesuatu yang perlu diperbaiki merupakan
kesadaran yang sudah lumayan memadai untuk melakukan PTK. Kita pahami dahulu
apa yang dimaksud dengan masalah. Makna masalah yang kita bahas disini tidak
berbeda dengan makna masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Anda
tentu sering melihat, mendengar, menyaksikan atau menghadapi sesuatu yang tidak
sesuai dengan yang semestinya. Kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan
keinginan. Itulah yang dinamakan dengan masalah. Mestinya materi pembelajaran
dapat dimengerti oleh peserta didik, nyatanya mereka masih banyak yang belum
memahami. Mestinya proses pembelajaran dapat melibatkan seluruh peserta didik, tetapi
hanya mampu melibatkan sebagian kecil dari mereka.
Upaya mencari solusi sebagai dasar
merumuskan hipotesis tindakan, Anda melibatkan sejawat sebagai kawan diskusi,
mempelajari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan, perbanyak literasi
yang berhubungan tindakan, mempelajari dan tentukan alternatif tindakan-tindakan
yang relevan dengan kelas dan masalah yang
akan di atasi.
#Langkah Kedua, Membuat Perencanaan
Membuat
rancana tindakan merupakan langkah besar kedua yang harus kita tempuh. Rencana
tindakan kelas merupakan suatu rencana
perbaikan yang bersifat progress,
prospek dan fleksibel dengan pertimbangan perubahan, terhadap hal tak terduga, kendala
yang dihadapi bahkan resiko. Karena itu guru sebagai peneliti harus bertindak
bijaksana, cermat, teliti, dalam mencari cara mengatasi masalah atau melakukan
perbaikan. Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian guru adalah, Pertama, rencana tindakan atau rencana
perbaikan terlebih dahulu dirumuskan dalam bentuk ‘hipotesis tindakan’ atau ‘dugaan
guru terhadap cara terbaik dalam mengatasi masalah’. Agar dugaan atau
hipotesis yang rumuskan memiliki kekuatan, maka harus dibangun berdasarkan
landasan teori yang kokoh. Atau berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu
yang pernah dilakukan dalam masalah yang serupa. Landasan teori sebagai gagasan
ideal dapat juga dibangun dari pengalaman emperik penulis atau hasil diskusi
dengan teman sejawat, pakar pendidikan. Dari hasil kajian inilah guru kemudian
menyusun berbagai alternatif tindakan. Kemudian mengkaji setiap alternatif yang
berkaitan dengan tujuan tindakan atau tujuan perbaikan. Selain itu juga
berhubungan dengan kelayakan pelaksanaan tindakan nanti.
Kedua,
setelah
Anda memiliki ketetapan hati terhadap
alternatif hipotesis yang terbaik, maka selanjutnya adalah mengkaji kembali
kelayakan ‘hipotesis tindakan’. Cara
sederhana untuk melakukannya adalah cukup dengan mengajukan beberapa pertanyaan
kepada diri sendiri tentang kemungkinan rencana tindakan tersebut dapat
dilaksanakan. Apakah guru memiliki komitmen yang cukup, kemampuan yang memadai
untuk melaksanakan dan menyelesaikan PTK?; Apakah kemampuan dan kondisi fisik dan
psikologis peserta didik kita dapat mengikuti tindakan dengan baik?; Apakah fasilitas
yang dibutuhkan dalam tindakan dapat tersedia atau terpenuhi tanpa kendala?;
Apakah tindakan telah mendapat dukungan dari iklim kelas dan sekolah?; Apakah
tindakan ini merupakan tindakan yang paling layak diantara alternatif tindakan
lainnya?
# Langkah Ketiga Melaksanakan Tindakan
Tibalah
kita pada langkah ketiga, yaitu melaksanakan tindakan. Tenangkan hati Anda,
tidak perlu terlalu khawatir bukankah kita telah melewati dua langkah besar
sebelumnya. Bukankah, kini Anda telah
memahami masalah dan telah memiliki perencanaan? Masalah sudah dipahami, rencana
sudah dimiliki, maka semestinya tidak ada keraguan lagi untuk melaksanakannya.
Pelaksanaan tindakan memang dituntun
oleh rencana tindakan yang sebelumnya telah Anda buat. Namun kita tidak boleh
terlalu kaku mengikutinya. Mengapa? Karena tugas utama guru adalah mengajar dan
mendidik. Diharapkan dengan demikian metodologi penelitian kita tidak sampai
mengganggu komitmen kita sebagai guru. Jangan sampai mengorbankan hak peserta
didik dalam pembelajaran. Karena itu lakukan tugas penelitian secara profesional
bersamaan dengan tugas mengajar yang tetap dalam nuansa profesional pula. Kita
harus mengikuti dinamika proses pembelajaran di kelas yang cenderung dinamis
dan menuntut kemampuan guru menyesuaikan diri.
Sebagai guru yang juga peneliti, kita
harus bersikap fleksibel. Skenario kita bukan harga mati, ia tidak boleh kaku
apalagi beku dalam penerapannya, sekalipun telah matang direncanakan. Jika
terjadi sesuatu di luar dugaan sebelum catatlah atau rekamlah peristiwa
tersebut dalam lebar khusus berupa lembar
anekdot. Peningkatana atau perbaikan pada saat tindakan merupakan data yang
harus kita rekam dan hargai sama dengan faktor yang muncul sebagai penyebab
kegagalan tindakan jika terjadi. Dengan kata lain data yang kita ambil mencakup
data apa saja yang terjadi ketika tindakan dilakukan. terkait dengan orang,
situasi, kondisi, perubahan, pengaruh, sikap, motivasi, prestasi, pola
interaksi yang terjadi, deskripsi prilaku yang muncul, jadwal, rekaman, audio,
video, foto, slide serta kinerja guru. semuanya harus dalam jangkauan pantauan
alat penggali data.
Pastikan pelaksanaan tindakan dalam
PTK Anda, tetap berada dalam siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
Perencanaan,
atau
planning tindakan meliputi, semua
langkah tindakan yang telah dibuat secara rinci, segala keperluan pelaksanaan
tindakan seperti materi, sumber belajar, media, metode, teknik, strategi,
pendekatan dan instrumen observasi atau perangkat penggali data, perkiraan dan
antisipasi kendala yang mungkin timbul dalam pelaksanaan,
Tindakan,
merupakan
tahapan guru mulai bertindak, guru harus realistis menerapkan teori dan teknik
mengajar serta konsep tindakan yang sudah dipersiapkan
Pengamatan,
merupakan
tahapan pengumpulan data dan informasi dalam pengamatan tindakan. Pengamatan
atau observasi yang dikendalikan oleh instrumen yang telah kita buat dan
mungkin melibatkan pengamat dari luar. Penggunaan teknik pengumpulan data dalam
PTK sangat ditentukan oleh sifat dasar data yang akan dikumpulkan. Begitu pula
dengan aspek yang harus diamati dalam PTK. Beberapa aspek yang tidak pernah
luput dalam pengamatan adalah, proses tindakannya, pengaruh tindakan baik yang
diduga maupun yang tak terduga, keadaan dan kendala yang dihadapi, faktor yang mempermudah
atau menghambat tindakan yang telah direncanakan, pengaruh timbal balik antara
tindakan dan faktor lain, persoalan lain yang timbul selama tindakan
berlangsung. Semuanya akan menjadi data penelitian, yang akan menjadi dasar
pijakan bagi tahapan berikutnya yaitu refleksi.
Refleksi.
sebagaimana kita bahas sebelumnya bahwa data penelitian tindakan akan berfungsi
sebagai dasar pijakan atau landasan dalam melakukan refleksi. Data yang
diperoleh dalam penelitian merupakan hasil yang akan menjadi bahan untuk membangun
tindakan selanjutnya. Data yang terkumpul dari seluruh rekaman audio, video,
foto dan catatan instrument penggali data, baik dari hasil observasi partisipan
dan non partisipan, terstruktur, tidak terstruktur, dan yang berupa anekdot,
hasil angket, wawancara, dan lain semacamnya.
Refleksi terhadap tindakan merupakan
upaya melakukan analisis terhadap data, dapat melibatkan orang lain, dan
bersama-sama menarik kesimpulan. Pada tahapan ini kita mengolah dan menafsirkan
data-data yang diperoleh tadi. Pada tahapan refleksi ini kita melakukan
evaluasi tindakan yang telah dilakukan dalam pembelajaran, membuka ruang
diskusi untuk membahas hasil evaluasi tindakan dan skenario pembelajaran yang
telah dilakukan, hasil evaluasi dalam diskusi akan menjadi catatan dalam siklus
berikutnya.
Refleksi dibutuhkan untuk memahami
semua data hasil tindakan yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Aktivitas
transfer belajar yang berlangsung di kelas. Suasana dan interaksi yang
berlangsung selama kegiatan PTK. Melalui refleksi guru berusaha memahami proses
yang berlangsung, maslah yang timbul, persoalan dan kendala yang terjadi dalam
tindakan. Memahami dalam berbagai perspektif dan aspek pendidikan.
Semua data PTK yang terkumpul harus
dianggap berharga oleh guru, tanpa kecuali. Data-data tersebut harus diperiksa
sebagai landasan refleksi. Begitu pula perbandingan data yang diperoleh dari
guru peneliti dan kolaborator. Data yang terkumpul dari beragam teknik diharapkan dapat meningkatkan objektivitas.
Sehingga perbaikan dan perubahan yang terungkap melalui betul-betul terjadi
secara makna. Perubahan dan perbaikan terjadi dapat terkontrol dan dapat
diperiksa oleh siapa pun. Begitu pula dengan hasil analisis data dapat
disajikan secara kualitatif deskriptif dan pada aspek lainnya dapat disajikan
secara kuantitatif. [M3BG]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar